Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Transaksi Non Tunai, Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar, dan Cadangan Devisa terhadap Inflasi di Indonesia selama periode Januari 2020 hingga Desember 2024. Data yang digunakan adalah data time series bulanan (N=60), diolah menggunakan metode Regresi Linear Berganda dan perangkat lunak statistik untuk menguji asumsi klasik, serta hipotesis serentak (Uji F) dan individual (Uji t). Hasil studi menunjukkan bahwa keempat variabel independen secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap Inflasi. Namun, secara parsial, hanya Nilai Tukar yang berkontribusi positif dan signifikan, menegaskan bahwa depresiasi Rupiah (melalui jalur biaya eksternal) merupakan mekanisme transmisi inflasi yang paling dominan di Indonesia. Sementara itu, Transaksi Non Tunai, Jumlah Uang Beredar, dan Cadangan Devisa didapati tidak memiliki hubungan signifikan secara individual. Secara keseluruhan, Inflasi di Indonesia periode ini dipengaruhi secara signifikan oleh kombinasi faktor moneter, dengan temuan parsial yang menyoroti dominasi Nilai Tukar, sementara variabel Transaksi Non Tunai, Jumlah Uang Beredar, dan Cadangan Devisa tidak terindikasi berpengaruh signifikan.
References
Agustinus, M. (2022). Stabilitas Moneter Dan Kebijakan Inflasi Di Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.
Akhyar, R. R., Khoiriawati, N., Hidayah, L., Malikah, B. I., & Nur Rohmah, I. L. (2024). Pengaruh Suku Bunga, Jumlah Uang Beredar, Kurs, Dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Inflasi Di Indonesia. Worldview (Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Sosial Sains), 3(1), 01–10. Https://Doi.Org/10.38156/Worldview.V3i1.414
Anilah, F., Abidatul Kamillah, & Drajat Stiawan. (2023). Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar Dan Kurs Rupiah Terhadap Inflasi Di Indonesia. Jief Journal Of Islamic Economics And Finance, 3(2), 85–94. Https://Doi.Org/10.28918/Jief.V3i2.1124
Boediono. (2019). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: BPFE Universitas Gadjah Mada.
Chandra, E. K., & Wahyuningsih, D. (2021). Analisis Pengaruh Suku Bunga, Jumlah Uang Beredar Dan Nilai Tukar Terhadap Inflasi Di Indonesia Periode 2011-2019. Buletin Ekonomika Pembangunan, 2(1). Https://Doi.Org/10.21107/Bep.V2i1.13848
Halim, A., Arituan, B., & Subianto, P. (N.D.). Analisis Pengaruh Uang Elektronik, Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar, Dan Suku Bunga Terhadap Inflasi Di Indonesia Periode 2013-2024.
Mahendra, A. (2016). Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga Sbi Dan Nilai Tukar Terhadap Inflasi Di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi & Keuangan, 1–12. Https://Doi.Org/10.54367/Jrak.V2i1.170
Mankiw. (2018). Pengantar Ekonomi Makro (7th Ed.). Jakarta: Salemba Empat.
Maulana, A. (2023). Pengaruh Transaksi Non Tunai Terhadap Tingkat Inflasi, Suku Bunga, Dan Uang Beredar Di Indonesia. 2(2), 133–149.
Ningsih, S., & Kristiyanti, L. (2018). Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga, Dan Nilai Tukar Terhadap Inflasi Di Indonesia Periode 2014-2016. 20(2).
Nopirin. (2018). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: BPFE Universitas Gadjah Mada.
Panjaitan, P. D., Purba, E., & Damanik, D. (2021). Pengaruh Jumlah Uang Beredar Dan Nilai Tukar Terhadap Inflasi Di Sumatera Utara. 3(1).
Ristiya, T., Alfianti, F., Fadhila, R. N., & Azzahro, N. L. M. (2023). Pengaruh Nilai Tukar, Bi Rate, Dan Cadangan Devisa Terhadap Inflasi Di Indonesia Tahun 2021-2023. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 2(12), 5391–5401. Https://Doi.Org/10.55681/Sentri.V2i12.1940
Rosanti, O., & Maulida, S. (2022a). Pengaruh Sistem Pembayaran Elektronik Terhadap Inflasi Di Indonesia. Arbitrase: Journal Of Economics And Accounting, 3(1), 33–38. Https://Doi.Org/10.47065/Arbitrase.V3i1.418
Setiawan, A. (N.D.). Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi Di Indonesia.
Taufik, D. A. (2024). Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga, Dan Nilai Tukar Terhadap Tingkat Inflasi Di Indonesia Periode Tahun 2001-2020. Diponegoro Journal Of Economics, 10(4), 372–386. Https://Doi.Org/10.14710/Djoe.32947
Wulandari, D. (2021). Sistem Pembayaran Di Era Digital. Jakarta: Kencana.
