PENGARUH EVENT TWIN DATE DAN INFLUENCER MARKETING TERHADAP IMPULSE BUYING MELALUI FEAR OF MISSING OUT (FoMO) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PENGGUNA TIKTOKSHOP DI KOTA SEMARANG
Download Article (PDF)

Keywords

event twin date
influencer marketing
impulse buying
fear of missing out

How to Cite

PENGARUH EVENT TWIN DATE DAN INFLUENCER MARKETING TERHADAP IMPULSE BUYING MELALUI FEAR OF MISSING OUT (FoMO) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PENGGUNA TIKTOKSHOP DI KOTA SEMARANG. (2025). SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi Dan Bisnis Islam, 5(2), 210-220. https://doi.org/10.21274/sosebi.v5i2.11540

Abstract

Abstrak: Perkembangan e-commerce di Indonesia yang semakin pesat memunculkan berbagai strategi pemasaran digital, salah satunya melalui event promosi dan influencer marketing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Event twin date  dan Influencer marketing terhadap Impulse Buying dengan fear of missing out  (FoMO) sebagai variabel intervening pada pengguna TikTok Shop di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang pernah berbelanja pada saat Event twin date  berlangsung, data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Event twin date  dan Influencer marketing berkontribusi terhadap peningkatan Impulse Buying melalui peran fear of missing out  (FoMO) sebagai variabel psikologis yang memperkuat hubungan keduanya. Temuan ini menegaskan pentingnya memahami aspek emosional konsumen dalam merancang strategi promosi digital yang lebih efektif dan relevan.

Kata Kunci: event twin date; influencer marketing; impulse buying; fear of missing out.

 

Abstract: The rapid growth of e-commerce in Indonesia has given rise to various digital marketing strategies, including promotional events and influencer marketing. This study aims to analyze the influence of Twin date Events and Influencer marketing on Impulse buying, with fear of missing out  (FoMO) as an intervening variable among TikTok Shop users in Semarang City. This research is a verification study with a quantitative approach. Data were collected through a questionnaire from 100 respondents who had shopped during Twin date Events. The data were analyzed using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that Twin date Events and Influencer marketing contribute to increased Impulse Buying through the role of fear of missing out  (FoMO) as a psychological variable that strengthens the relationship between the two. These findings emphasize the importance of understanding consumer emotional aspects in designing more effective and relevant digital promotional strategies.

Keywords: event twin date; influencer marketing; impulse buying; fear of missing out.

Download Article (PDF)

References

Abel, J. P. et al. (2016). Social Media and the Fear of Missing Out: Scale Development and Assessment. Journal of Business & Economics Research, 14(1), 33–44.

Abreu, R. (2019). Social Media Micro-Influencer Marketing and Purchasing Intention of Millennials: The Role of Perceived Authenticity and Trust.

Afrohk, S. N. et al. (2024). The Influence of Twin Date Promos on Impulsive Buying Hijab Purchases at Shopee in an Islamic Perspective. ICIEB Journal, 2024(1), 58–65. https://doi.org/10.14421/icieb.2024.3.1.1477

Al-Sahli, S. A. (2022). The Impact of Immediate Sales Promotion Techniques on Brand Recall: Study on Middle Income Group Residents in Riyadh. European Journal of Business and Management Research, 7(6), 170–176. https://doi.org/10.24018/ejbmr.2022.7.6.1729

Alam, T. (2021). Millennials: Fear of Missing Out (FOMO) and Social Media Engagement. SAGE Preprint, 1–8. https://doi.org/10.31124/advance.14046824

Bhakat, R. S., & Muruganantham, G. (2013). A Review of Impulse Buying Behavior. International Journal of Marketing Studies, 5(3). https://doi.org/10.5539/ijms.v5n3p149

Boftsi, A. (2020). A Content Analysis of Instagram Influencers’ Posts: The Relationship Between Nonverbal Visuals Features and Engagement Rate.

Cooper, D. R., & Schindler, P. S. (2014). Business Research Methods. McGraw-Hill Education.

Haliza, S. N., & Habib, M. A. F. (2022). Analisis Perilaku Konsumerisme Masyarakat Pada Diskon Belanja Online Pengguna E-Commerce Shopee. Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial, 8(2), 85-101.

Muhammad, D. (2019). Perkembangan dan Transformasi Teknologi Digital. Infokam, 15(2), 116–123.

Nurmalasari, Y. et al. (2020). Picky eating and stunting in children aged 2 to 5 years in central Lampung, Indonesia. Malahayati Int J Nurs Heal Sci, 03(1), 29–34.

Rook, D. W. (1987). The Buying Impulse. Journal of Consumer Research, 14(2), 189–199.

Sugiono, P. D. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfa Beta.

Zaki, M. (2018). Pengaruh Influencer Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Digital Era Moderen. Jurnal Manajemen dan Inovasi (MANOVA), 1(2), 14–23. https://doi.org/10.15642/manova.v1i2.350

Semua artikel yang diterbitkan di SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Islam dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA). Ini berarti siapa pun bebas menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang artikel untuk tujuan apa pun yang sah di media apa pun, asalkan memberikan atribusi yang sesuai kepada penulis asli dan SOSEBI, menautkan ke lisensi, menunjukkan apakah ada perubahan, dan mendistribusikan ulang setiap karya turunan di bawah lisensi yang sama.

Hak cipta pada artikel dipertahankan oleh masing-masing penulis, tanpa batasan. Lisensi non-eksklusif diberikan kepada SOSEBI untuk memublikasikan artikel dan mengidentifikasi dirinya sebagai penerbit aslinya, bersama dengan hak komersial untuk menyertakan artikel dalam edisi cetak untuk dijual ke perpustakaan dan individu. Meskipun ketentuan lisensi CC BY-SA tidak berlaku untuk penulis (sebagai pemegang hak cipta artikel Anda, Anda tidak memiliki batasan atas hak Anda), dengan mengirimkan ke SOSEBI, penulis mengakui hak pembaca, dan harus memberikan pihak ketiga mana pun hak untuk menggunakan artikel mereka sejauh yang disediakan oleh lisensi.