ANALISIS KEMISKINAN STRUKTURAL NELAYAN ETNIS SUKU BAJO PERSPEKTIF PEMIKIRAN IBNU KHALDUN
DOI:
https://doi.org/10.21274/sosebi.v5i1.10844Keywords:
ibnu khaldun, kemiskinan struktural, suku bajoAbstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kemiskinan struktural pada nelayan etnis Suku Bajo di Kelurahan Bajoe, Kabupaten Bone, serta menganalisis fenomena tersebut dalam perspektif pemikiran Ibnu Khaldun. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan ekonomi Islam. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan Etnis Suku Bajo dan akademisi bidang ekonomi syariah. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penyebab kemiskinan struktural yang dialami nelayan Suku Bajo di Kelurahan Bajoe Kabupaten Bone bukan sekadar akibat keterbatasan individu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti marginalisasi sosial, kebijakan yang tidak berpihak, serta ketimpangan ekonomi. Pola hidup tradisional, keterbatasan akses terhadap pendidikan dan modal, serta perubahan iklim semakin memperburuk kondisi nelayan, dan (2) Kemiskinan struktural yang dialami oleh nelayan etnis Suku Bajo di Kelurahan Bajoe, Kabupaten Bone, dalam perspektif pemikiran Ibnu Khaldun dapat dijelaskan melalui konsep ashabiyyah, yakni solidaritas sosial atau ikatan kekelompokan yang menjadi dasar kekuatan dan ketahanan suatu komunitas, struktur sosial, dan siklus peradaban. Solidaritas sosial yang kuat dalam komunitas Bajo memiliki peran penting dalam ketahanan ekonomi para nelayan, namun dalam praktiknya, hal ini sangat bergantung pada kepemimpinan dan kebijakan yang diterapkan. Melemahnya ashabiyyah, akibat kepemimpinan yang tidak inklusif serta tekanan eksternal seperti modernisasi tanpa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, semakin memperburuk kondisi kemiskinan nelayan Suku Bajo.
Kata Kunci: ibnu khaldun; kemiskinan struktural; suku bajo.
Abstract: This study aims to identify the causes of structural poverty among fishermen of the Bajo ethnic group in Bajoe Village, Bone Regency, and to analyze this phenomenon from the perspective of Ibn Khaldun's thinking. The type of research used is qualitative with an Islamic economic approach. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. The subjects in this study are the Bajo ethnic fishing community and academics. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that: (1) The causes of structural poverty experienced by Bajo fishermen in Bajoe Village, Bone Regency are not only due to individual limitations, but are also influenced by external factors such as social marginalization, impartial policies, and economic inequality. Traditional lifestyles, limited access to education and capital, and climate change further worsen their conditions, and (2) The structural poverty experienced by fishermen of the Bajo ethnic group in Bajoe Village, Bone Regency, from the perspective of Ibn Khaldun's thinking can be explained through the concept of ʿashabiyyah, namely social solidarity or group ties which are the basis for the strength and resilience of a community, social structure, and cycle of civilization, social structure, and civilizational cycles. Strong social solidarity within the Bajo community plays an important role in their economic resilience, but in practice, it is highly dependent on leadership and policies implemented. The weakening of the ashabiyyah, due to non-inclusive leadership and external pressures such as modernization without increasing the capacity of human resources, further worsens their poverty conditions.
Keywords: ibnu khaldun; structural poverty; bajo tribe
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Semua artikel yang diterbitkan di SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Islam dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA). Ini berarti siapa pun bebas menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang artikel untuk tujuan apa pun yang sah di media apa pun, asalkan memberikan atribusi yang sesuai kepada penulis asli dan SOSEBI, menautkan ke lisensi, menunjukkan apakah ada perubahan, dan mendistribusikan ulang setiap karya turunan di bawah lisensi yang sama.
Hak cipta pada artikel dipertahankan oleh masing-masing penulis, tanpa batasan. Lisensi non-eksklusif diberikan kepada SOSEBI untuk memublikasikan artikel dan mengidentifikasi dirinya sebagai penerbit aslinya, bersama dengan hak komersial untuk menyertakan artikel dalam edisi cetak untuk dijual ke perpustakaan dan individu. Meskipun ketentuan lisensi CC BY-SA tidak berlaku untuk penulis (sebagai pemegang hak cipta artikel Anda, Anda tidak memiliki batasan atas hak Anda), dengan mengirimkan ke SOSEBI, penulis mengakui hak pembaca, dan harus memberikan pihak ketiga mana pun hak untuk menggunakan artikel mereka sejauh yang disediakan oleh lisensi.



