Keterwakilan Perempuan dalam Ranah Politik & Urgensi Keterwakilannya: Tinjauan Pengambilan Keputusanya Prespektif Bimbingan Konseling

Authors

  • Elfi Mu'awanah STAIN Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.21274/taalum.2013.1.1.73-83

Abstract

Becoming woman representatives either in politics or other organizations requires good will, self- support, and morality. If necessary, it requires supernatural and spiritual strength. The biggest challenge of woman representatives is how they can maintain their family’s harmony and unity. This must always be the main target of success of any woman representatives.

References

Fakih, Mansur. Pelatihan Partisipacion Action Reseach berprespektif Gender.Purokwerto : Makalah. 2003.

Heyzer, N. Issue and Methodologies for Gender Sensitive Planning: In Raj-Hashim.1991.

Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarus Utamaan Jender di Daerah.

Kacaasungkana, Nurhayahbani. Agenda Khusus Implementasi Kesetaraan dan Leadilan Gender (KKG) dan Pengarusutamaan Gender (PUG). Malang: Semloknas. 2003.

Matsumoto, D, Cross Cultural Psychology. California: Brook Cole Publishing Company.1996.

Soeputro , Soetandyo, Wignyo. Permasalahan Gender Dalam Kehidupan Demokrasi.Malang: Semloknas. 2003.

Sugiarti.Pengarusutamaan Gender dan Kemandirian Politik Perempuan Indonesia. Malang. Semloknas. 2003.

UU No. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional

Women's Support Project.A Gender Equity Gender Training in Indonesia An inventory. Jakarta : Phase II: Meningkatkan Kemampuan Untuk Gender Mainstreaming dalam pemerintah Indonsia. 2000

Downloads

Published

2013-06-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Mu'awanah, E. (2013). Keterwakilan Perempuan dalam Ranah Politik & Urgensi Keterwakilannya: Tinjauan Pengambilan Keputusanya Prespektif Bimbingan Konseling. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 73-83. https://doi.org/10.21274/taalum.2013.1.1.73-83