DEVELOPING CRITICAL THINKING CHARACTER IN GEOGRAPHY SUBJECT THROUGH LEARNING-TO-DO-BASED LEARNING MEDIA
DOI:
https://doi.org/10.21274/eser.v3i1.8175Keywords:
Karakter, Berpikir Kritis, GeografiAbstract
Pentingnya pengembangan karakter berpikir kritis dalam pendidikan telah diakui secara luas sebagai keterampilan yang esensial bagi pelajar untuk menghadapi tantangan masa depan. Dalam konteks pembelajaran geografi, membangun karakter berpikir kritis menjadi aspek penting untuk memahami dan menganalisis kompleksitas fenomena geografis. Pembelajaran Learning To Do dapat dilakukan dengan menggunakan strategi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) melalui pembelajaran yang berbasis masalah, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek. Dalam mata pelajaran Geografi harus ada sinergi antara materi, pemahamann praktikum dan analisis lapangan agar menghasilkan siswa yang meiliki kemampuan berpikir kritis. Artikel ini mengungkap (1) pentingnya pendidikan sebagai pembentuk karakter (2) pengembangan karakter berpikir kritis berbasis media pembelajaran Learning To Do oleh UNESCO dan (3) konsep dasar pendidikan Learning To Do. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis data lietarur review atau studi kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data yaitu identifikasi wacana dari sumber sekunder berupa jurnal dan buku yang relevan. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis Learning To Do sebagai pendekatan yang efektif untuk membangun karakter berpikir kritis dalam mata pelajaran Geografi. Media pembelajaran berbasis Learning to Do menekankan pada penerapan pengetahuan geografis dalam situasi nyata melalui pembelajaran berbasis proyek, simulasi, dan pemecahan masalah.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License

Epicentrum of Social Education Research is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Licensing
Copyright © The Author(s). Published by Social Science Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Sayyid Ali Rahmatullah State Islamic University Tulungagung, Indonesia.
This is an Open Access article distributed under the terms of Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0.


