Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika politik hukum dalam proses pembentukan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) serta menelaah bagaimana gerakan advokasi perempuan berperan dalam mendorong lahirnya regulasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses legislasi UU TPKS yang berlangsung selama hampir satu dekade tersebut menjadi arena kontestasi antara koalisi progresif yang menekankan perlindungan korban dan prinsip kesetaraan gender, dengan kelompok konservatif yang mendasarkan argumennya pada moralitas dan tafsir agama. Perdebatan panjang ini mencerminkan tarik-menarik kepentingan politik, ideologi, dan konstruksi sosial mengenai tubuh serta seksualitas perempuan. Gerakan advokasi perempuan berperan krusial melalui mobilisasi hukum, lobi kebijakan, kampanye publik, penyusunan naskah akademik, hingga penguatan narasi berbasis pengalaman korban. Strategi lintas sektor, termasuk keterlibatan tokoh agama dan penggunaan kasus-kasus kekerasan seksual sebagai momentum politik, terbukti efektif menekan pemerintah dan DPR untuk mengesahkan UU TPKS. Penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran UU TPKS merupakan contoh nyata pembentukan hukum berbasis kebutuhan masyarakat (bottom-up lawmaking), sekaligus menandai perubahan paradigma dalam perlindungan korban kekerasan seksual di Indonesia.
References
Adikara, Banu. 2022. “UU TPKS Lahir, Pekerja Migran Perempuan Bisa Terlindungi.” JawaPos.com. https://www.jawapos.com/nasional/01380802/uu-tpks-lahir-pekerja-migran-perempuan-bisa-terlindungi.
“Analisis Tantangan Implementasi dan Kebutuhan Operasionalisasi UU TPKS.” 2022. ICJR & INFID.
Aryani, Andi Sri R. 2021. “Analisis Polemik Pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan.” Jurnal Muslimah dan Studi Gender 1 (1). https://jurnal.staiddimakassar.ac.id/index.php/njmsg/article/view/69.
“Babak baru Perjuangan Perempuan Indonesia itu Bernama UU TPKS.” 2022. Kompas.com. https://jeo.kompas.com/babak-baru-perjuangan-perempuan-indonesia-itu-bernama-uu-tpks.
Budiarti, Arsa I., Gladys N. Arianto, and Marsha Maharani. 2022. “Data dan Fakta Kekerasan Seksual di Indonesia 2021.” Indonesia Judicial Research Society (IJRS).
“Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan (CATAHU).” 2013. Komnas Perempuan.
“Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan 2021.” 2021. Komnas Perempuan.
Cerar, Miro. 2009. “The Relationship Between Law and Politics.” Journal Annual Survey of International & Comparative Law.
“Disahkannya UU TPKS Payung Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual.” 2022. PP "AISYIYAH. https://aisyiyah.or.id/aisyiyah-disahkannya-uu-tpks-payung-hukum-bagi-korban-kekerasan-seksual/.
Easty, Alfanada. 2022. “Urgensi Penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual.” Skripsi, Universitas Mataram.
“Fatayat Nu Prihatin Masih Ada Pihak yang Menolak RUU TPKS.” 2021. NU Online. https://www.nu.or.id/nasional/fatayat-nu-prihatin-masih-ada-pihak-yang-menolak-ruu-tpks-oH109.
Habermas, Jurgen. 1996. “Between Facts and Norms: Contributions to a Discourse Theory of Law and Democracy.”
“Jejak Kasus Herry Wirawan, Pemerkosa 13 Santriwati yang Kini Menanti Hukuman Mati.” 2023. KOMPAS.com. https://nasional.kompas.com/read/2023/01/04/11321241/jejak-kasus-herry-wirawan-pemerkosa-13-santriwati-yang-kini-menanti-hukuman?page=all.
“Komnas Perempuan, Dua Tahun UU TPKS: Tantangan dan Rekomendasi Implementasi.” 2024. Jakarta: Komnas Perempuan. https://komnasperempuan.go.id.
“Komnas Perempuan: Ada 2,7 Juta Kasus Kekerasan Berbasis Gender.” 2025. Tempo. https://www.tempo.co/hukum/komnas-perempuan-ada-2-7-juta-kasus-kekerasan-berbasis-gender-2060478.
“Komnas Perempuan Catat Peningkatan Pelaporan Kekerasan terhadap Perempuan.” 2025. Metro TV News. https://www.metrotvnews.com/read/NA0CE9OZ-komnas-perempuan-catat-peningkatan-pelaporan-kekerasan-terhadap-perempuan.
“Kongres Ulama Perempuan Indonesia dukung DPR sahkan RUU PKS.” 2021. ANTARA. https://www.antaranews.com/berita/2338342/kongres-ulama-perempuan-indonesia-dukung-dpr-sahkan-ruu-pks.
Kurniyasih, Fajar. 2025. “DINAMIKA PERUBAHAN KEBIJAKAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DI INDONESIA.” GEMA PUBLICA 10 (Juli): 84-97. https://doi.org/10.14710/gp.10.1.2025.84-97.
“Laporan Advokasi dan Penguatan Dukungan Publik terhadap Pengesahan UU TPKS.” 2022. Jakarta: Yayasan Pulih.
“Laporan Advokasi RUU TPKS.” 2022. Jakarta: Forum Pengada Layanan (FPL).
“Laporan Independen Institusi HAM Nasional mengenai implementasi CEDAW di Indonesia 2012-2016.” n.d. Komnas Perempuan. Accessed November 5, 2025.
“Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK), Kertas Posisi Substansi Hukum UU TPKS.” 2022. Jakarta: LBH APIK.
Maharani, Tsarina, and Diamanty Meiliana. 2020. “Komisi VIII Usulkan RUU PKS Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2020.” Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2020/06/30/15161681/komisi-viii-usulkan-ruu-pks-dikeluarkan-dari-prolegnas-prioritas-2020.
Mahfud MD. 2023. Politik Hukum di Indonesia. Yogyakarta: Rajawali Press.
“Masih Ada Salah Kaprah Soal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.” 2021. Kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/masih-ada-salah-kaprah-di-masyarakat-soal-ruu-penghapusan-kekerasan-seksual.
“Menilik RUU PKS sebagai Implementasi Tujuan Hukum Pidana Kontemporer.” 2019. Fakultas Hukum UGM, ALSA Legal Discussion. https://law.ugm.ac.id/alsa-legal-discussion-2019-menilik-ruu-pks-sebagai-implementasi-tujuan-hukum-pidana-kon%09temporer/.
Nonet, Philippe, and Philip Selznick. 1978. “Law and Society in Transition: Toward Responsive Law.” Harper & Row.
“Orasi Terbuka dan Pembacaan Surat dukungan terhadap RUU-PKS.” 2020. Jurnal Perempuan. https://www.jurnalperempuan.org/warta-feminis/orasi-terbuka-dan-pembacaan-surat-dukungan-terhadap-ruu-p-ks.
Rahmawati, Fauzia. 2022. “Point Penting Disahkannya RUU TPKS.” Suaka Online. https://suakaonline.com/point-penting-disahkannya-uu-tpks/.
Rahmawati, Meidina, and Supriyadi W. Eddyono. 2017. olicy Breaf: RUU DPR Versus DIM Pemerintah, Melihat Posisi DPR dan Pemerintah Atas Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan kekerasan Seksual. Jakarta Selatan: ICJRID.
“Refleksi Advokasi UU TPKS dan Gerakan Perempuan Indonesia.” 2023. Komnas Perempuan. https://komnasperempuan.go.id/.
“Reframing Advokasi RUU TPKS di Ruang Publik.” 2022. Jakarta: Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). https://icjr.or.id.
“Rieke Anggap RUU PKS Komprehensif untuk Atasi Kekerasan Seksual.” 2016. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2016/06/07/05410781/NaN.
“RUU PKS Bagi Kalis Mardiasih: “Sebuah Jalan Reformasi Ciptakan Aman Bagi Semua Orang.”” 2020. FISIPOL UGM. https://fisipol.ugm.ac.id/ruu-pks-bagi-kalis-mardiasih-sebuah-jalan-reformasi-ciptakan-aman-bagi-semua-orang/.
“RUU TPKS Disahkan, Puan: Hadiah Bagi Seluruh Perempuan Indonesia.” 2022. detikNews. https://news.detik.com/berita/d-6029088/ruu-tpks-disahkan-puan-hadiah-bagi-seluruh-perempuan-indonesia.
Setyaningsih, Diah. 2023. “Strategi Politik Advokasi Perempuan dalam Pembentukan UU TPKS.” Jurnal Perempuan dan Hukum 8 (1): 44-57. https://jurnalperempuan.org.
Setyawan, Haris. 2022. “Kilas Balik 10 Tahun Perjalanan UU TPKS | tempo.co.” Tempo.co. https://www.tempo.co/hukum/kilas-balik-10-tahun-perjalanan-uu-tpks--369353.
Subarkah, Alfianita A., and Faiq Tobroni. 2020. “Urgensi Pengesahan RUU PKS Terhadap Instrumen Penegakan Hak Asasi Perempuan.” Jurnal Supremasi Hukum 9. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/Supremasi/issue/view/301.
“Tindak Pidana Kekerasan Seksual: Analisis Terhadap Hak-Hak Korban dan Upaya Hukumnya.” 2024. Jurnal Mercatoria 11, no. 2, 102.
“Ulama dan Influencer Dukung Pengesahan RUU TPKS.” 2022. Tirto.id. https://tirto.id/ruu-tpks-didukung-aktivis-perempuan.
V, Nadia, and D. Adiansa. 2023. “Laki-Laki sebagai Sekutu Gerakan Feminis: Pelibatan Laki-Laki sebagai Strategi Gerakan Advokasi yang Dilakukan oleh Jaringan Masyarakat Sipil dalam Mendorong Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.” Jurnal Perempuan 28, no. 2, 161–173.
Wartoyo, Franciscus X., and Yuni P. Ginting. 2023. “Kekerasan Seksual Pada Lingkungan Perguruan Tinggi Ditinjau Dari Nilai Pancasila.” Jurnal Lemhannas RI 11, no. 1, 29-46.
White, Sarah. 2024. “Voting Against Women: Political Patriarchy, Islam, and Representation in Indonesia, Politics & Gender.” Cambridge University Press.
Wijaya, Callistasia. 2021. “RUU PKS masuk prolegnas, pengesahannya 'urgen karena ribuan penyintas tak bisa akses keadilan.'” BBC. http://bbc.com/indonesia/indonesia-56310194.
W.Z.B. Siregar. 2024. “Passing the Sexual Violence Crime Law in Indonesia.” Politics and Governance 12 (1).
