GENDER AND ACADEMIA

DISCRIMINATION AGAINST WOMEN OF FAITH AND THE ACADEMIC RESPONSE

Authors

  • Akhol Firdaus IAIN Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.21274/kontem.2025.13.01.213-243

Keywords:

gender, akademia, perempuan penghayat, diskriminasi, revitalisasi, aliran penghayat

Abstract

Artikel ini mengupas gender dan akademia, diskrimiansi dan revitalisasi organisasi penghayat kepercayaan serta posisi mereka di tengah masyarakat. Artikel ini berargumen bahwa, kendati berada pada posisi terdiskriminasi, keluarga Penghayat mampumelestarikan ajaran luhur kepada generasi berikutnya sangat ditentukan oleh kemampuan perempuan. Banyak keluarga yang terbukti mampu mewariskan nilai luhur kepada anak-anak mereka dengan mengandaikan kekuatan perempuan. Kemampuan perempuan dalam menjalankan tugas pengasuhan dan sosialisasi, menjadi faktor kunci dalam melestarikan ajaran luhur mereka kepada generasi berikutnya. Keberadaan kelompok Penghayat yang terbukti ditentukan oleh peran perempuan dalam menjaga dan merawat ajaran luhur mereka. Keberadaan perempuan telah menjadi faktor penting bagi organisasi Penghayat dalam mengkonsolidasikan diri, kekuatan soft power perempuan telah menjadi faktor kunci pelestarian komunitas dan ajaran luhurnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Firdaus, A. (2025). GENDER AND ACADEMIA: DISCRIMINATION AGAINST WOMEN OF FAITH AND THE ACADEMIC RESPONSE. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 13(01), 213–243. https://doi.org/10.21274/kontem.2025.13.01.213-243