KONFLIK BATIN ORANG JAWA DALAM CERKAK “ORA ANA DALAN LIYA” REPRESENTASI BUDAYA EWUH PAKEWUH

Authors

DOI:

https://doi.org/10.21274/ls.2024.16.2.281-301

Keywords:

Seksual, Psikologi sastra, Cerkak, Ewuh pakewuh

Abstract

Permasalahan seksual pada remaja sampai saat ini menjadi permasalahan yang urgent. Sebagaimana yang diceritakan dalam cerkak “ora ana dalam liya” karangan Anastasia Suprihatin. Menceritakan realitas sosial kekerasan seksual yang dialami seorang perempuan ketika masih remaja. Pada sisi lain dalam budaya Jawa terdapat budaya ewuh pakewuh menyebabkan tidak berani berterus terang. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan konflik batin orang Jawa dalam  cerkak “Ora Ana Dalan Liya” karangan Anastasia Suprihatin. Pendekatan yang digukan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Hasilnya konflik batin orang Jawa dalam cerkak “Ora Ana Dalan Liya” terlihat dalam perilaku dan bahasa yang digunakan Ratna sebagai tokoh utama, Pras dan orangtua Ratna. Bahasa yang digunakan Ratna sebagai korban kekerasan seksual menunjukkan kebimbangan, keraguan dan wujud kepasrahan. Sedangkan tokoh Pras merupakan tokoh pria yang mempunyai keteguhan, ketegasan dan tanggung jawab serta bijaksana. Temuannya adalah sebagai representasi budaya éwuh pakéwuh dalam diri Ratna ingin menutupi aib yang telah dialaminya pada masa remaja. Dengan demikian, budaya éwuh pakéwuh bisa dalam arti positif dan negatif. Permasalahan seksual seharusnya berterus terang tidak untuk ditutupi untuk dicari solusinya. Menunjukkan dalam budaya Jawa sangat kental dengan sifat éwuh pakéwuh yakni suatu sikap tidak ingin berterus terang, sungkan. Hal ini  Relevan dengan filosofi dalam blangkon Jawa yang mondolannya dibelakang.

References

Downloads

Published

2024-11-15

How to Cite

KONFLIK BATIN ORANG JAWA DALAM CERKAK “ORA ANA DALAN LIYA” REPRESENTASI BUDAYA EWUH PAKEWUH. (2024). Jurnal Bahasa Lingua Scientia, 16(2), 281-301. https://doi.org/10.21274/ls.2024.16.2.281-301