MENABUR BAHASA, MENUAI KUASA (Memahami Relasi Bahasa dan Kekuasaan dalam Iklan Politik)
DOI:
https://doi.org/10.21274/ls.2010.2.2.101-113Keywords:
bahasa, kekuasaan simbolik, iklan politik, kampanye negatif, narsisme politikAbstract
Bahasa memiliki kaitan dengan kekuasaan, yakni bahasa dapat digunakan untuk merebut kekuasaan maupun untuk mempertahankan status quo. Karena itu, partai politik berusaha mendayagunakan bahasa sedemikian rupa dalam mengiklankan partainya agar mendapat simpati dan dukungan rakyat. Melalui iklan politik, para caleg dan capres ingin cepat dikenal oleh pemilih. Mereka percaya bahwa iklan yang bertubi-tubi memiliki daya magis untuk mengenalkan diri dan merayu calon pemilih secara instan. Karena tidak memiliki prestasi yang patut dibanggakan, mereka hanya mengobral sensasi, menonjolkan gelar akademis, dan narsis. Meningkatnya konstalasi politik menyebabkan pertarungan iklan politik semakin keras dan tak jarang menjurus pada kampanye negatif. Melalui bahasa, para caleg dan capres melempar wacana yang mengagung-agungkan dirinya dan tak jarang menyerang lawan politiknya. Akibatnya, iklan politik tak ubahnya seperti iklan kecap. Pesan yang disampaikan masih berkisar pada produk, bukan gagasan. Iklan politik pun sebagian besar sekedar mengenalkan nomor urut, logo partai, atau menonjolkan figur tertentu.
Downloads
References
Bourdeiu, Pierre. 1991. Language and Symbolik Power. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press.
Danial, Ahmad. 2009. Iklan Politik TV; Modernisasi Kampanye Politik Pacsa Orba. Yogyakarta: LkiS
Eriyanto. 2006. Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.
Fairclough, Norman. 2001. Language and Power. England: Pearson Education Limited.
Faucoult, Michel. 1971. Kritik Wacana Bahasa (trj. Inyiak Ridwan Muzir, 2003). Yogyakarta: IRCiSod.
Fashri, Fauzi. 2007. Penyingkapan Kuasa Simbol; Apropriasi Reflektif Pemikiran Pierre Bourdieu. Yogyakarta: Juxtapose.
Hargen, Bonnie. satuNews.com. diakses tanggal 23 Oktober 2010.
Hess-Luttich. 2007. (Pseudo)-Argumentation in TV Debate. Journal of Pragmatics 39. hal. 1360-1370.
Hidayat, Komaruddin. 2004. Menafsirkan Kehendak Tuhan. Jakarta: Teraju.
Junaedi (ed). 2008. Profil Partai Politik Peserta Pemilu 2009. Yogyakarta: Pustaka Timur.
Piliang, Yasraf Amir. 2001. Hiper-Realitas Media dan Kebudayaan: Kebenaran dalam Kegalauan Informasi. http://www.forum-rektor.org/artikel.php? Diakses 23 Oktober 2010.
Rahardjo, Mudjia. 2007. Hermeneutika Gadamerian: Kuasa Bahasa dalam Wacana Politik Gus Dur. Malang: UIN Malang Press.
Rusdiarti, Suma Riella. 2003. Bahasa, Pertarungan Simbolik, dan Kekuasaan, dalam Basis VII/11-12 (31-40).
Santoso, Anang. 200. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Wacana Politik Pasca Era Orde Baru. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: PPS UM Malang.
Tinarbuko, Sumbo. 2009. Iklan Politik dalam Realitas Media. Yogyakarta: Jalasutra.
Van Dijk, Teun. A. 1997. Political Discourse and Political Cognition. Makalah Congress Political Discourse, Aston University. Diakses dari http://www.hum.uva.nl/teun.
Wittgenstein, L. 1978. Philosophical Investigation. Oxford: Basic Blackwell.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




