POTENSI PENGEMBANGAN PARIWISATA SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT STUDI KASUS WISATA BEKAS LUBANG TAMBANG DI KALIMANTAN TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.21274/ar-rehla.v5i1.10836Keywords:
potensi wisata syariah, wisata bekas lubang tambang, ekonomi masyarakatAbstract
Abstrak: Penelitian ini melihat potensi pengembangan pariwisata syariah dan juga menjadi sarana peningkatan perekonomian masyarakat sekitar bekas lubang tambang di beberapa kabupaten dan kota yang tersebar di Kalimantan Timur.Karya tulis ini mengisi kekosongan penelitian pada pemanfaatannya khususnya potensi pengembangan dalam wisata syariah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana wisata bekas lubang tambang dapat berpotensi menjadi pariwisata syariah serta meningkatkan perekonomian di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data didapatkan melalui wawancara dengan pengelola wisata yang tersebar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kota Samarinda yaitu Bukit Durian Villa Ich 4, Taman Gubang, Danau Danurdana, Naureen Mini Garden, Telaga Batu Arang, dan Lake View dilanjutkan observasi lapangan, dan analisis dokumen untuk memperoleh data yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua destinasi wisata bekas lumbang tambang yang ada sangat berpotensi menjadi wisata syariah. Dikarenakan keseluruhan tempat wisata sudah menyedikan tempat ibadah khususnya muslim yang sangat memadai, juga tidak menyediakan makanan dan minuman yang haram, serta menyediakan toilet yang bersih serta selalu menjaga keamanan dan keselamatan bagi para pengunjung. itu sejalan dengan fatwa DSN Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan syariah. Pada hubungannya dengan peningkatan perekonomian masyarakat, hampir keseluruhan tempat destinasi wisata memperkerjakan atau bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Seperti pengelolaan lahan parkir bagi pengunjung, tempat makan yang dikelola terpisah oleh masyarakat serta karyawan yang dipekerjakan pada tempat wisata dengan memprioritaskan warga sekitar. Penelitian ini dapat menjadi data awal pengelola untuk melanjutkan pada legal sistem menjadi objek wisata syariah.
Kata Kunci: potensi wisata syariah; wisata bekas lubang tambang; ekonomi masyarakat
Abstract: This study examines the potential for developing sharia tourism and also as a means of improving the economy of the community around former mining pits in several districts and cities spread across East Kalimantan. This paper fills the gap in research on its utilization, especially the potential for development in sharia tourism. The main objective of this study is to understand how former mining pit tourism can potentially become sharia tourism and improve the economy in the community. This study uses a qualitative method with a field study approach. Data were obtained through interviews with tourism managers spread across Kutai Kartanegara Regency, East Kutai and Samarinda City, namely Bukit Durian Villa Ich 4, Taman Gubang, Danau Danurdana, Naureen Mini Garden, Telaga Batu Arang, and Lake View, followed by field observations and document analysis to obtain comprehensive data. The results of the study indicate that all former mining pit tourist destinations have great potential to become sharia tourism. Because all tourist attractions have provided places of worship, especially for Muslims, which are very adequate, also do not provide food and drinks that are forbidden, and provide clean toilets and always maintain security and safety for visitors. This is in line with the DSN fatwa Number 108 / DSN-MUI / X / 2016 concerning guidelines for organizing tourism based on sharia. In relation to improving the community's economy, almost all tourist destinations employ or cooperate with the surrounding community. Such as parking lot management for visitors, eating places managed separately by the community and employees employed at tourist attractions by prioritizing local residents. This research can be initial data for managers to continue the legal system to become a sharia tourist attraction.
Keywords: sharia tourism potential; former mining pit tourism; community economy
References
Al Usrah, C. R., & Kembaren, E. T. (2024). Bangkit dari Badai: Transformasi Industri Wisata Kuliner Kopi dan Komunitas Petani di Aceh Tengah Pasca Pandemi. Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy.
Al Usrah, C. R., Mutafarifa, B., & Fahmi, M. F. (2021). Persepsi Muslim, Etika dan Nilai Bisnis dari Karaoke Syariah. Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, 30-44.
Asmawi. (2010). Teori Maslahah dan Relevansinya dengan PerUndang-undangan Pidana Khusus di Indonesia. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag. RI.
Gadamer, H. G. (2010). Kebenaran dan Metode. Yogyakarta: Pustaka Pelaja.
Hamid. (1997). Abu Muhammad bin Muhammad al-Ghazali, Al-Mustasyfa min Ilmi al-Ushul, Tahqiq wa Tahliq Muhammad Sulaiman al-Asyqar. Beirut: Mu’assasat al-Risalah.
Hamida, G., & Zaki , I. (2020). Potensi Penerapan Prinsip Syariah pada Sektor Kepariwisataan Kota Batu. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 7(1), 70–86. Retrieved from https://www.neliti.com/publications/315265/potensi-penerapan-prinsip-syariah-pada-sektor-kepariwi
Hana, U. A., & Rahman, A. (2021). Optimalisasi Pariwisata Syariah Dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Lokal Masyarakat Madura. Greenomika, 3(2), 63–73. Retrieved from https://journal.unusida.ac.id/index.php/gnk/article/view/494
Julianovi, R. D., & Syahriar, I. (2021). Tinjauan Yuridis Alih Fungsi Reklamasi Pasca Tambang Menjadi Obyek Wisata Di Desa Loa Ulung Kabupaten Kutai Kartanegara. Legalitas: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum, 1(1), 1–11. Retrieved from http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/LG/
Kaltim Post. (2023, December 6). Retrieved from Kaltimpost.id.: https://kaltimpost.jawapos.com/utama/25/10/2023/potensi-pariwisata-lubang-bekas-tambang
Nasrulloh, N., Adiba, E. M., & Efendi, M. N. (2023). Pengembangan Potensi Pariwisata Halal Pesisir Bangkalan Madura: Identifikasi Peranan Bank Syariah. Muslim Heritage, 8(1), 79–102. . Retrieved from https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/muslimheritage/article/view/
Neuman, W. L. (2021). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches (8th ed.). Pearson Education.
Nisa, K. K., Sinabutar, M. J., & Habib, M. A. F. (2021). Pengembangan Potensi Wisata Igir Wringin Desa Panusupan Sebagai Produk Wisata Berbasis Perdesaan. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 9(3), 319-326.
PortalKaltim. (n.d.). Retrieved from https://www.kaltimprov.go.id/sejarah.
Replubika. (2022, Maret 28). Republika Online. Retrieved from https://republika.co.id/share/r9gjoy409
Rosmiati, R., Soumena, M. Y., & Said, Z. (2022). Strategi Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata dalam Pengembangan Pariwisata Syariah Kota Parepare. Shi’ar: Sharia Tourism Research, 1(10), 43–60. Retrieved from http://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/shiar/article/view
Wardiyanto. (2011). Perencanaan Pengembangan Pariwisata. Bandung: Lubuk Agung.
Downloads
Published
Issue
Section
License
All articles published in Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA) license. This means anyone is free to copy, transform, or redistribute articles for any lawful purpose in any medium, provided they give appropriate attribution to the original author(s) and Ar Rehla, link to the license, indicate if changes were made, and redistribute any derivative work under the same license.
Copyright on articles is retained by the respective author(s), without restrictions. A non-exclusive license is granted to Ar Rehla to publish the article and identify itself as its original publisher, along with the commercial right to include the article in a hardcopy issue for sale to libraries and individuals.
Although the conditions of the CC BY-SA license don't apply to authors (as the copyright holder of your article, you have no restrictions on your rights), by submitting to Ar Rehla, authors recognize the rights of readers, and must grant any third party the right to use their article to the extent provided by the license.





