ANALISIS PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT
Studi Pada Wisata Religi di Makam Gus Miek Kabupaten Kediri dan Mbah Wasil Kota Kediri
DOI:
https://doi.org/10.21274/ar-rehla.2021.1.1.63-88Keywords:
Pengembangan Pariwisata, Pariwisata Syariah, Pariwisata Religi, Pembangunan EkonomiAbstract
Abstrak: Penelitian ini dilatorbelakangi oleh semakin peningkatannya perekonomian masyarakat khususnya dalam sektor pariwisata. Dalam Al-Quran, terdapat cukup banyak isyarat untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pariwisata. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang bisa mendatangkan pendapatan individu, masyarakat serta income Negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data lapangan (penelitian lapangan). Prosedur pengumpulan data dengan menggunakan metode interview (wawancara), observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diperoleh ditemukan bahwa: (1) Dalam pengembangan pariwisata religi ini banyak pihak yang merasa diuntungkan, Dari pengelola dan juru kunci merasa diuntungkang karena segala proses pengembangan bisa dilakukan dan bisa terselesaikan, dari warga atau pedagang setempat merasa diuntungkan karena dengan pengembangan yang dilakukan membuat pengunjung sering mampir di warung, dan dari pengunjung merasa diuntungkan dengan pengembangan potensi pariwisata ini karena bisa merasa lebih nyaman dan tenang. (2) Dampak pengembangan potensi pariwisata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat terbilang positive, semua pihak terkena dampak dari pengembangan potensi pariwista religi serta merasa diuntungkan dengan adanya pengembangan. (3) Kendala dan solusi pengembangan pariwisata religi adalah jumlah pengelola dan pengembang sangat minim serta wawasan masyarakat sekitar tentang potensi wisata religi sangat kurang.
Kata Kunci: Pengembangan Pariwisata; Pariwisata Syariah; Pariwisata Religi; Pembangunan Ekonomi.
Abstract: This research is motivated by the increasing public economy, especially in the tourism sector. In the Koran, there are quite several many signs for activities related to tourism. Tourism is a sector that can generate income for individuals, society, and the income of the State. This study used a qualitative approach with field data collection techniques (field research). Data collection procedures using the interview method (interview), observation, and documentation. From the research results, it was found that: (1) In the development of religious tourism, many parties feel benefited, from the managers and caretakers feel fortunate because all development processes can be done and can be resolved, from residents or traders who feel benefited because of the development carried out making visitors often stop by at stalls, and from visitors feeling benefited from the development of this tourism potential because they can feel more comfortable and calm. (2) The impact of developing tourism potential in increasing the community's economy is fairly positive, all parties are affected by the development of the potential for religious tourism and feel benefited by the development. (3) Constraints and solutions to the development of religious tourism are that the number of managers and developers is very minimal and the knowledge of the surrounding community on the potential for religious tourism is very lacking.
Keywords: Tourism Development; Sharia Tourism; Religious Tourism; Economic Development.
References
Arief, Sritua, & Adi, Sasono. (1981). Indonesia: Ketergantungan &. Keterbelakangan. LSP: Jakarta.
Departemen Agama RI. (2007). Al-Qur’an dan terjemah. Depok: PT Sabuq dan PT Tiga Serangkai.
Hasil wawancara dengan Bapak Khasanan selaku Pengelola Makam, pada tanggal 2 April 2019.
Hasil wawancara dengan Bapak Supri selaku Pedagang Makam Gus Miek, pada tanggal 5 April 2019.
Hasil wawancara dengan Bapak Yusuf selaku Pengelola serta Juru Kunci Makam Mbah Wasil, pada tanggal 5 Juli 2019.
Hasil wawancara dengan Mas Dani selaku Peziaroh Makam Gus Miek, pada tanggal 5 April 2019.
Hasil wawancara dengan Mas Djais selaku Pedagang diarea Makam Mbah Wasil, pada tanggal 5 Juli 2019.
Hasil wawancara dengan Mas Farhan selaku Peziaroh Makam Mbah Wasil, pada tanggal 5 Juli 2019.
Hasil wawancara dengan Mbah War selaku Juru Kunci Makam, pada tanggal 3 April 2019.
Hermanto, Hengky. (2011). Creative Based Tourism Dari Wisata Rekreatif Menuju Wisata Kreatif. Yogyakarta: Galangpress.
Kemenpar. (2012, Desember 20). Kemenparekraf Promosikan Indonesia Sebagai Destinasi Pariwisata Syariah Dunia. Dipetik Juni 2018, 4, dari http://www.kemenpar.go.id. Diakses Mei 2019.
Khodiyat, Ramaini. (1992). Kamus Pariwisata dan Perhotelan. Jakarta: Gramedia Widiasarama Indonesia.
Moeleong, Lexy J. (1997). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Oetomo, Dede. (2007). Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana
Pitana, I Gede, & Dinata, I Ketut Surya. (2009). Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Andi Press.
Santosa, Eren Dea Ajeng Inggil, Shaleh, Choirul, & Hadi, Minto. (2014). Pengembangan Objek Pariwisata Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Ekonomi Lokal (Studi Kasus Objek Wisata Banyu Biru di Kabupaten Pasuruan). Jurnal Administrasi Publik (JAP). Vol. 3, No. 1.
Shihab, M. Quraisi. (1994). Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.
Shihab, Muhammad Quraish. (2007). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i Atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syamilah, Maktabah. (2011). Al Hawi Fi Fiqhi As Syafi’i. Juz 3.
Syamilah, Maktabah. (2021). Asna Al Matholib Syarah Roudhotul At Thalibin. Juz 4.
Tanzeh, & Suyitno. (2006). Dasar-dasar Penelitian. Surabaya: Elaf.
Tanzeh, Ahmad. (2009). Pengantar Metode Penelitian. Yogyakarta: Teras.
Wahyudi, Isa (2020). “Konsep Pengembangan Pariwisata”, http://cvinspireconsulting.com/konsep-pengembangan-pariwisata/.co.id. Diakses Mei 2019.
Yoeti, Oka A. (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Pradnya Paramita: Jakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
All articles published in Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA) license. This means anyone is free to copy, transform, or redistribute articles for any lawful purpose in any medium, provided they give appropriate attribution to the original author(s) and Ar Rehla, link to the license, indicate if changes were made, and redistribute any derivative work under the same license.
Copyright on articles is retained by the respective author(s), without restrictions. A non-exclusive license is granted to Ar Rehla to publish the article and identify itself as its original publisher, along with the commercial right to include the article in a hardcopy issue for sale to libraries and individuals.
Although the conditions of the CC BY-SA license don't apply to authors (as the copyright holder of your article, you have no restrictions on your rights), by submitting to Ar Rehla, authors recognize the rights of readers, and must grant any third party the right to use their article to the extent provided by the license.





