AGAMA, TAKHAYUL DAN KEARIFAN LOKAL DALAM UPAYA PENGEMBANGAN MASYARAKAT BERBASIS PARIWISATA
DOI:
https://doi.org/10.21274/ar-rehla.2021.1.1.35-46Keywords:
agama, takhayul, pariwisata, pengembangan masyarakatAbstract
Abstrak: Dalam pariwisata, eksotisme budaya merupakan daya tarik bagi wisatawan. Akan tetapi, tidak semua budaya menghasilkan dampak yang sama. Beberapa justru menjadi penghambat upaya mengembangan masyarakat, terlebih pada upaya eksplorasi sumberdaya alam potensial untuk menunjang tujuan pembangunan. Penelitian ini bermaksud untuk melihat bagaimana budaya masyarakat lokal memberikan kontribusi pada sektor pariwisata, dengan menggunakan metode eksploratis berdasarkan studi literatur. Hasilnya, budaya masyarakat lokal mampu mendukung sektor pariwisata dengan syarat terdapat unsur kearifan didalamnya. Adapun unsur tersebut dapat bersumber dari Agama, bahkan takhayul sekalipun. Akan tetapi, hal tersebut hanya berlaku pada komunitas yang homogen. Takhayul yang ada pada masyarakat yang heterogen hanya akan menimbulkan keacuhan masyarakat, hingga penelantaran lingkungan. Adapun upaya untuk menghapus takhayul dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan aspek keagamaan. Lebih lanjut, studi ini menemukan bahwa pengembangan wisata berbasis budaya tetap dapat diupayakan dengan mempertimbangkan: (1) regulasi yang beroritentasi pada pengembangan masyarakat dan berwawasan lingkungan, (2) pengembangan yang berfokus pada keunikan dan identitas lokal, serta (3) strategi pemasaran yang menekankan pada pengalaman spiritual.
Kata Kunci: Agama; Takhayul; Kearifan Lokal; Pariwisata; Pengembangan Masyarakat.
Abstract: In the tourism industry, cultural exoticism is an asset that can attract tourists. However, not all cultures offer wisdom. Some become obstacles to community development efforts, especially the exploration of natural resource potentials to support development goals. This study intends to see how the local culture contributes to the tourism sector, using an exploratory method based on literature studies. As a result, the culture of local communities can support the tourism sector if there is an element of wisdom in it. These elements can be derived from religion, even superstition. However, this can only apply if society is homogeneous. A superstition exists in heterogeneous societies that can lead to natural resource neglect or destruction. Efforts to eradicate superstition can be made through improving the quality of education and religious aspects. Furthermore, this study finds that cultural-based tourism development efforts can still be pursued by considering: (1) regulations that are oriented towards community development and sustainable environment, (2) development that focuses on uniqueness and local identity, and (3) marketing strategies emphasize spiritual experiences.
Keywords: Religion; Superstition; Local Wisdom; Tourism; Community Development.
References
Adek, Kwartama, A., Sumiyatiningsih, & Indriawan, D. (2019). Takhayul pada Produk terhadap Kinerja Pemasaran. Journal Management, Business, and Accounting, XVIII(3), 30-40.
Agus, B. (2006). Agama Dalam Kehidupan Manusia: Pengantar Antropologi Agama. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Ahmadi, A., & Salimi, H. N. (1991). Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Al-Wasaf, A. (1994). Pokok-pokok Keimanan. Bandung: Trigenda Karya.
Antariksa. (2009). Kearifan Lokal dalam Arsitektur Perkotaan dan Lingkungan Binaan. Kearifan Lokal (Local Wisdom) dalam Perencanaan dan Perancangan Lingkungan Binaan. Malang: PPI Rektorat Universitas.
Astuty, T. I., & Hizbaron, D. R. (2017). Kearifan Lokal Masyarakat dalam Menjaga Kelestarian Hutan. Jurnal Bumi Indonesia, VI(1), 1-12.
Dahliani, Soemarno, I., & Setijanti, P. (2015). Local Wisdom In Built Environment In Globalization Era. International Journal of Education and Research, III(6), 157-166.
Fadli, A. (2018). Pengelolaan Wisata Goa Pindul, Desa Bejiharjo, Kabupaten Gunung Kidul dalam Konsep Community Based Tourism dengan Cara Partisipatif. Yogyakarta: Departemen Pembangunan Sosial, Universitas Gadjah Mada.
Gazali, I., Adek, & Suryadiputra, S. (2019). Kinerja Pemasaran: Percaya Takhayul dengan Nama Bisnis. Jurnal Ilmu Manajemen, VIII(2), 90-101.
Hilman, H. (1993). Antropologi Agama. Bandung: Citra Aditya bakti.
Lestari, T. (2012). Mitos Aceh. Banda Aceh: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisiona.
Mauliana. (2018). Takhayul dalam Perspektif Masyarakat (Studi Kasus di Gampong Meunasah Baroh, Kecamatan Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara. Banda Aceh: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.
Nurhayati, L. (2013). Strategi Pengembangan Desa Cilembu Sebagai Kawasan Agrowisata dalam Upaya Mengangkat Potensi Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Sumedang. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Nurhidayati, S. E. (2007, July). Community Based Tourism (CBT) sebagai Pendekatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, XX(3), 191-202.
Poeradisastra, S. (1981). Sumbangan Ilmu Pengetahuan Terhadap Islam. Jakarta: Girimukti Pustaka.
Pramudyasari, M., & Soemanto, R. B. (2016). Perkembangan Tata Kelola Obyek dan Daya Tarik Wisata Budaya Keraton Surakarta. Jurnal Sosiologi DILEMA, XXXI(1), 53-66.
Rahmawati, D. (2018). Potensi Dark Tourism di Bandung. Media Wisata, XVI(1), 674-683.
Rohani, E. D., & Purwoko, Y. (2020, April). Dampak Sosial Pariwisata Terhadap Masyarakat Desa Ekowisata Pampang Gunung Kidul Menuju Desa Ekowisata Berkelanjutan. Sosiologi Reflektif, XIV(2), 237-254.
Sari, N. I., Wajdi, F., & Narulita, S. (2018). Peningkatan Spiritualitas melalui Wisata Religi di Makam Keramat Kwitang Jakarta. Jurnal Studi Al-Qur'an, XIV(1), 44-58.
Sartini. (2004). Menggali Kearifan Lokal Nusantara: Sebuah Kajian Filsafat. Jurnal Filsafat, XIV(2), 111-120.
Sugiyarto, & Amaruli, R. J. (2018, March). Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal. Jurnal Administrasi Bisnis, VII(1), 45-52.
Sujarweni, V. W. (2014). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Pers.
Suwardi. (2007). Dunia Hantu, Mistik, dan Wisata Spiritual di Pesisir Selatan. Jurnal Humaniora, XII(1), 1-9.
Toynbee, A. (2004). Sejarah Umat Manusia Uraian Kritis, Kronologis, Naratif, Dan Komparatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Paramita.
Downloads
Published
Issue
Section
License
All articles published in Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA) license. This means anyone is free to copy, transform, or redistribute articles for any lawful purpose in any medium, provided they give appropriate attribution to the original author(s) and Ar Rehla, link to the license, indicate if changes were made, and redistribute any derivative work under the same license.
Copyright on articles is retained by the respective author(s), without restrictions. A non-exclusive license is granted to Ar Rehla to publish the article and identify itself as its original publisher, along with the commercial right to include the article in a hardcopy issue for sale to libraries and individuals.
Although the conditions of the CC BY-SA license don't apply to authors (as the copyright holder of your article, you have no restrictions on your rights), by submitting to Ar Rehla, authors recognize the rights of readers, and must grant any third party the right to use their article to the extent provided by the license.





